Spotify Top50: Faktor apa saja yang menentukan sebuah musik disukai banyak orang?

Proyek Data Viz Tableau ini bertujuan untuk mengeksplorasi komponen Audio Features Spotify yang dimiliki pada musik yang populer.

Sampel yang digunakan yaitu lagu-lagu yang terkurasi pada Spotify Top50 pada tahun 2019. Data ini tersedia dalam API Spotify yang didistribusikan melalui komunitas Kaggle. Hasil visualisasi data melalui Tableau menunjukkan “secret recipe” yang dapat memotivasi pendengar untuk memutarnya secara berulang.

Spotify menggunakan beberapa parameter untuk memandu pengembangan sistem rekomendasi dan kurasi playlist musik kepada penggunanya. Parameter tersebut disebut sebagai Audio Features yang tersusun atas empat komponen utama, yaitu:

  • Mood: Danceability, Valence, Energy, Tempo
  • Properties: Loudness, Speechiness, Instrumentalness
  • Context: Liveness, Acousticness
  • Segments, Tatums, Bars, Beats, Pitches, Timbre, and more

Definisi dari masing-masing parameter tersebut dapat dilihat pada laman Spotify for Developer.

Insight 1 : Pop still remains as the King of Music

Musik pop masih rajanya semua musik. Sepertinya titel ini akan sulit digeser, mengingat pelaku industri musik pada genre ini sudah menguasai formula dan strategi bisnisnya. Selain itu, aransemen lirik dan nadanya juga gampang masuk ke selera banyak orang. Mau didengerin sembari mengerjakan tugas, beberes rumah, berkendara, sedih, dan bahagia, musik pop cocok sebagai teman pada situasi apa pun.

Tapi di waktu yang bersamaan, genre musik rap, trap, dan R&B udah mulai merayap masuk ke selera konsumen secara umum. Menurut saya pribadi sih, TikTok punya andil besar untuk memperbesar kehadiran genre musik tersebut karena pengulangannya pada titik kenikmatan yang memuncak.

Insight 2: 2019 was more about having fun while it lasted

Hidup kita selalu disibukkan dengan serangkaian tanggung jawab yang harus kita penuhi. Salah satu bentuk pelarian kita pasti mendengarkan musik. Biasanya nih, musik yang kita cari bisa dapat membangkitkan semangat kita untuk beraktivitas. Muka boleh lempeng, tapi dalam hati kita udah joged dan headbang!

Hidup sudah berat, tapi playlist Spotify-ku harus senantiasa menjadikan diriku sebagai life at party, dong!

Insight 3: Users want to feel emotionally engaged to the song and artist

Pendengar musik yang loyal, pasti punya band atau penyanyi favorit. Atau justru tidak punya artists favorit sama sekali namun lebih mengutamakan musik yang deep menyentuh sukma dan raga hingga bergetar?

Normalize making myself as the main character, ceunah!

Pengguna Spotify ternyata suka mendengarkan lagu yang membawa mereka terkenang akan memori tertentu, entah itu memori yang membuat bahagia, sedih, atau bangga akan perjalanan yang telah mereka tempuh hingga hari ini. Selain itu, lagu tersebut juga punya kuantitas lirik yang optimal yang dapat mereka ulang hingga hapal secara tidak sadar.

Insight 4: The secret recipe is finally out!

Dari insight yang diperoleh dari analisis dan visualisasi data tersebut, berikut “secret recipe” yang dimiliki dari ke-50 lagu yang termasuk di dalam Spotify Top50 pada tahun 2019! Untuk bisa mengetahui visualisasinya per nama artist, lagu, dan genre secara interaktif, kamu bisa mengaksesnya di profil Tableau Public saya!

Special shoutout untuk beberapa orang yang menginspirasi dan membantu saya belajar beberapa teknik visualisasi yang saya gunakan dalam proyek Data Viz Tableau kali ini:

Teknik Radar Chart di Tableau

Komponen analisis dan visualisasi data yang perlu saya lakukan

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store